Nah ini kisah mimpi saya yang bagi saya paling horor, karena setiap kali saya ingat saya merasa takut dan tidak nyaman.
Kisah ini dimulai dari sekitar saya masih duduk dibangku SMK, kedua naga yang berbeda warna tersebut menyerang saya dan akan membunuh saya, akan tetapi mereka tidak bisa, hingga mereka menceburkan diri ke sebuah sungai dan menyatukan diri melebur menjadi satu naga besar dengan warna biru dan setelah keluar dari air dia menjadi sangat sakti dia bisa terbang menembus bumi dan berubah wujud seperti siapa saja yang dia inginkan, sehingga saya takut dan berlari hinga sampai disuatu tempat saya berhenti karena saya bertemu dengan sosok salah satu dari wali songgo yang sering memberi petuah kepada saya dan akkhirnya saya bercerita panjang lebar kepadanya dan lamakelamaan saya disuruh masuk ke tempat yang sudah dibuat garis pembatas sebelumnya, sayapun mengikutinya. Tapi setelah saya masuk ke tempat yang sudah diberi garis pembatas tersebut saya jadi merasa kesakitan, takut, tenaga saya semakin lama semakin hilang/habis hinga disaat saya hampir kehilangan kesadaran muncul sosok yang berwajah sama persis yang saya tidak bisa membedakan lagi mana yang asli dan yang palsu.
Hingga pada akhirnya saya disuruh keluar dari tempat yang saya pijak tersebut, dan saya berdiri ditengah-tengah diantara mereka dan dia yang berdiri disebelah barat saya berubah menjadi naga biru tadi dan lari ketakutan. lalu saya sadar bahwa yang barusaja datang adalah yang asli, dan dia memberitahukan kepadaku bahwa diri saya ini kotor sehingga menyuruh kepadaku untuk berpuasa dan menjalankan shalat.
Dari kisah ini saya bisa menarik kesimpulan :
- Jangan mudah percaya dengan ghaib yang menemui kita dalam mimpi ataupun sadar kita, karena belum tentu mereka ini jujur atau yang sebenar-benarnya, mereka bisa berubah-ubah bentuk.
- Jika kita banyak masalah dan kesusahan berarti pasti kita mempunyai kesalahan atau hati kita sedang kotor seingga jalan keluar terbaik adalah menegakkan shalat dan berpuasa sunah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar